Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Pemkab Purwakarta genjot perekonomian lewat UMKM


Purwakarta.itorkeruh. comWABAH Covid-19 telah memukul hampir semua sektor kehidupan. Sebut saja di antaranya, mereka yang bergelut di sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Tak heran, selama masa pandemi Covid-19 ini mereka pun menjadi salah satu yang terdampak secara ekonomi.

Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika menyadari, jika perekonomian masyarakat di wilayahnya mengalami kelesuan paska mewabahnya virus tersebut. Terlebih, mereka yang bergelut di sektor UMKM. Oleh karena itu, pihaknya saat ini telah merancang strategi sebagai bagian dari upaya pemulihan kondisi ekonomi masyarakatnya.

Selain dalam bentuk promosi prodak UMKM yang dilakukan secara massif. Jajaran pemerintahannya juga selalu menyajikan produk UMKM lokal menjadi makanan atau cemilan tamu kedinasan. Baik secara internal saat rapat, maupun secara eksternal saat menerima tamu dari luar.

“Upaya lain dari kami dalam memasarkan produk-produk UMKM yaitu salah satunya bekerja sama dengan perusahaan minimarket serta galeri ataupun outlet oleh-oleh. Pelaku UMKM juga diarahkan untuk memanfaatkan aplikasi perdagangan elektronik (e-commerce) lokal bernama Toko Purwakarta (Topur),” kata Ambu Anne, Senin (18/01/2021).

Menurutnya, saat ini ada lebih dari 28 produk UMKM lokal yang telah dipasarkan di minimarket ataupun pusat oleh-oleh lainnya di Purwakarta. Diantaranya di outlet Galeri Menong. Tekad Pemerintah Kabupaten Purwakarta aka. terus mengenalkan produk-produk lokal agar dikenal secara global oleh masyarakat luas. Sehingga bisa memajukan perekonomian masyarakat Purwakarta.

“Fokus kami kedepan, itu lebih pada upaya pemulihan ekonomi di masa pandemi. Khususnya mereka yang selama ini bergelut di sektor UMKM yang selama ini menjadi urat nadi perekonomian masyarakat,” ucapnya.

Ambu Anne menuturkan, sejauh ini pihaknya terus memberi support supaya mereka bisa kembali bangkit. Termasuk, memberikan stimulus modal usaha bagi mereka. Sejauh ini geliat UMKM di wilayahnya telah menunjukan trend yang sangat positif. Hal ini harus terus didorong, karena secara tidak langsung bisa turut membantu meningkatkan taraf ekonomi masyarakat.

Anne menjelaskan, merujuk data dari Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan setempat, saat ini lebih kurang sudah ada 8.000 pelaku UMKM di wilayahnya. Para pelaku usaha ini, tersebar di hampir seluruh desa di 17 kecamatan yang ada. Mayoritas, UMKM ini begerak di sektor makanan dan minuman.

Dalam hal ini, kata Anne, tugas pemerintah sendiri, yakni membantu dalam hal pemasaran. Dia bersyukur, karena saat ini sebagian produk UMKM yang dihasilkan para pelaku usaha di wilayahnya sudah merambah galeri ataupun outlet oleh-oleh.

Anne juga berpesan kepada para pelaku UMKM, agar lebih memperhatikan produknya, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas. Karena menurutnya, ada tiga syarat utama yang harus diperhatikan untuk pengembangan produk UMKM ini. Yakni, soal kualitas produk, kuantitas produksi dan pengemasan. (Jpn)

 

Pemkab Purwakarta bangun Belasan poned untuk menekan angka kematian ibu dan Bayi


 
 



Purwakarta.itorkeruh.com**Sebagai upaya menekan angka kematian ibu dan bayi yang baru lahir, Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta terus meningkatkan fasilitas pelayanan kesehatan hingga di wilayah tersebut.

Diantaranya dengan membangun fasilitas Pelayanan Obstrectic Neonatal Emergensi Dasar (PONED) di fasilitas-fasilitas kesehatan yang telah tersedia. Kini, sudah ada 12 fasilitas PONED di wilayah Purwakarta.

“Pada hari Kamis lalu, saya bersama jajaran terkait meresmikan gedung pelayanan PONED Puskesmas Jatiluhur,” kata Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika, Jumat (15/01/2021).
Menurutnya, pelayanan ini dilaksanakan di Puskesmas Induk dengan pengawasan dokter, serta menerima rujukan dari tenaga dan fasilitas kesehatan di tingkat desa ataupun masyarakat yang ingin merujuk ke rumah sakit.

“Nantinya Puskesmas ini akan melayani pasien rawat inap serta penanganan kegawatdaruratan yang siaga selama 24 jam,” tuturnya.

Ambu Anne berharap upaya ini mampu meningkatkan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat, dan juga mampu menangani kasus kegawatdaruratan obstrectic dan neonatal di Kabupaten Purwakarta.
Senada dengan Bupati, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta, Deni Darmawan mengatakan, pembangunan PONED ini untuk menekan angka kematian ibu dan bayi.

Menurutnya, hal ini juga merupakan upaya Pemerintah Daerah untuk mendukung program pemerintah pusat. Dulu ada yang dinamakan MDGs (Millenium Development Goals) dan sekarang SDGs (Sustainable Development Goals).

“Jadi program tersebut bertujuan untuk membentuk manusia yang mempunyai kemampuan. Dan kemampuan tersebut dimulai dari dasar, seperti memberikan tambah darah saat ibu hamil, itu juga yang harus kita pantau. Hal ini juga merupakan ikhtiar Pemerintah Kabupaten Purwakarta yang ke 12 yang sudah diresmikan,” demikian Deni Darmawan.(Rdn)

Kadisdik Pimpin Rakor Sosialisasi KinikBelajar Dari Rumah(BDR)

Purwakarta|Tranajabar.com – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta menggelar Rapat Koordinasi & Sosialisasi Klinik Belajar Dari Rumah (BDR), Jum’at (15/01), di ruang Rapat Pimpinan (Rapim) – Kompleks Kantor Disdik Purwakarta.

Kegiatan tersebut diikuti oleh pejabat Dinas Pendidikan, para stakeholder Pendidikan, Dewan Pendidikan dan juga Musyawarah Guru Bimbingan Konseling.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, H. Purwanto dalam  kesempatan itu menjelaskan perihal gambaran Umum serta alur pelayanan Klinik BDR. Setelah itu, Kadisdik segera menetapkan legalitas Tim BDR melalui Surat Keputusan (SK).

“Dengan adanya klinik BDR ini, kita berharap hak-hak anak dalam belajar selama pandemi dapat terpenuhi dengan baik,” katanya.

Diketahui, program Klinik BDR ditujukan untuk mendukung pembelajaran daring di masa pandemi. Adapun fungsinya adalah sebagai berikut :

1. Memberikan layanan pengaduan masyarakat baik masalah yang menyangkut hak-hak belajar anak yang tidak terlayani, kesulitan mengajar yang di alami oleh Guru, kesulitan belajar yang di alami peserta didik, kesulitan pendampingan belajar yang di alami oleh orantua peserta didik.

2.Membantu bimbingan belajar terhadap peserta didik dan orangtua , suvervisi Pembelajaran untuk guru dan Kepala Sekolah.

3.Memberikan bantuan dalam mengatasi masalah media belajar mengajar yang dihadapi Guru, peserta didik dan Kepala Sekolah

4.Sebagai pusat konsultasi, mediasi dan advokasi bagi seluruh masyarakat yang mempunyai kendala-kendala terhadap hak-hak pembelajaran untuk anak-anak dimasa pandemi.

Proses pengaduan masyarakat dapat di sampaikan ke kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta di Jl. Veteran No 1 Gang Beringin Bale Guru Linuhung, atau menghubungi nomor +62819-0946-0440 / +62 878-7977-2353 / +62 812-8614-1634 dengan memberikan Identitas, Nama, Waktu dan Jenis Masalah yang dialami Peserta Didik, Guru dan Orangtua.(rdn/red).

warga darangdan di serang cikungunya



,

Purwakarta –itorkeruh.com** Kepala Puskesmas Darangdan Purwakarta, Marno, membantah kabar yang menyebutkan puluhan warga mengalami kelumpuhan. Menurut Marno kabar tersebut berhembus terlalu dibesar-besarkan.

Marno mengatakan tidak benar ada puluhan warga alami kelumpuhan, yang benar adalah sejumlah warga di Darangdan hanya mengalami gelaja nyeri sendi yang disertai dengan gejala panas dingin alias meriang. Dari penanganan yang dilakukan, sejumlah warga tersebut sudah sembuh.

Ia juga menjelaskan Puskesmas Darangdan dan pihak desa sudah mengetahui dan mengambil tindakan cepat atas fenomena tersebut sejak Desember 2020 lalu.

Berdasarkan hal pengecekan di lapangan dan di laboratorium sejumlah warga yang nyeri sendi dan meriang tersebut disebabkan oleh gigitan nyamuk penyebab Cikungunya. Cikungunya sendiri adalah infeksi virus yang ditandai dengan serangan demam dan nyeri sendi secara mendadak.

“Jadi bukan kelumpuhan, tapi nyeri sendi dan sudah ditangani dengan cepat. Sejumlah pasien bahkan sudah sembuh,” ujar Marno, kepada awak media, Jumat (15/1/2021).

Untuk menghentikan serangan nyamuk penyebab cikungunya, Marno mengungkapkan Puskesmas Darangdan dibantu pihak desa sudah melakukan Fogging.

Fogging dilakukan di sejumlah titik yang dilaporkan terdapat kasus Cikungunya dan di wilayah lainnya yang potensial. Fogging merupakan tindakan pengasapan dengan bahan pestisida yang bertujuan untuk membunuh nyamuk.(rdn)


Pemkab Purwakarta Bangun Lima irigasi untuk menunjang Ketahanan Pangan


Kamis 14 januari2021

Purwakarta.itorkeruh.vom**Saluran irigasi merupakan salah satu penunjang penting dalam menopang peningkatan produktifitas sektor pertanian. Hal ini juga menjadi salah satu konsen visi dan misi Anne Ratna Mustika sebagai Bupati Purwakarta.

Dalam agenda peninjuan saluran irigasi di Desa Kembang Kuning, Kecamatan Jatiluhur, hari ini, Kamis (14/01/2021), Anne Ratna Mustika menyampaikan bahwa pengelolaan yang berkaitan dengan pangan harus diseriusi secara detail.

“Dalam visi misi saya selaku bupati purwakarta, termuat didalamnya bagian dari pembangunan infrastruktur pertanian baik dari primer, sekunder maupun tersier. Yang paling penting dalam infrastruktur pertanian salah satunya adalah irigasi,” kata Ambu Anne, begitu ia kerap disapa.

Menurutnya, tahun ini Pemkab Purwakarta membangun 5 saluran irigasi baru. Hal ini dilakukan untuk menunjang peningkatan produktifitas pertanian, khususnya tanaman padi.

Kita proyeksikan peningkatan sehingga nantinya yang awalnya hanya 2 kali panen menjadi 3 kali panen. Kita akan tingkatkan semaksimal mungkin. Pada akhirnya produksi pertanian ini akan meningkat yang tentunya akan berdampak pada ketahanan pangan di Purwakarta,” tuturnya.

Kata Ambu, pembangunan 5 saluran irigasi baru yang dibangun pada tahun 2020 telah rampung, saat ini pihaknya tengah melakukan peninjauan pada saluran irigasi di Desa Kembang Kuning tersebut.

“Kedepan, kita juga akan membangun 5 saluran irigasi di lima kecamatan pada tahun ini. Kemudian kita akan meningkatkan 40 titik saluran irigasi yang sudah ada sebagai bagian dari pemeliharaan saluran irigasi,” ucapnya.

Sementara, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Perairan (DPUBMP) Purwakarta, Ryan Oktavia mengatakan pihaknya juga telah mengoptimalkan anggaran untuk penataan infrastruktur khususnya pada peningkatan saluran irigasi untuk areal pesawahan.

Menurutnya, terdapat 64 Daerah Irigasi (DI) di Wilayah Kabupaten Purwakarta. Dari 64 DI ini terdiri dari irigasi tersier yang panjangnya mencapai 91.675 meter dan irigasi sekunder yang panjangnya mencapai 38.258 meter.

“Dari total keseluruhan DI ini dapat mengairi lahan seluas 7.270 hektare lahan sawah. Selain melakukan perbaikan, kami membangun 3 mercu bendung dari 8 DI yang ditingkatkan agar aliran airnya lebih terarah,” ujar Ryan, seraya mengatakan bahwa hal itu berbanding lurus dengan peningkatan hasil pertanian di Purwakarta. Selama 2020, dari luas panen 40.831 hektare menghasilkan 249.069,1 ton beras. (Rdn)


Top
close
Banner iklan disini