Itorkeruh.com**Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika saat memanen padi di acara Panen Raya..Di tengah situasi pandemi Covid-19 yang belum juga mereda, Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta memastikan produktivitas petani di wilayahnya tetap terjaga. Hal tersebut terbukti dari pelaksanaan panen raya yang digelar wabertepatan dengan peringatan Hari Tani Nasional di areal pesawahan perbatasan Kecamatan Pasawahan dan Purwakarta Kota, Kamis (24/9)

"Padi jenis tarabas adalah kelompok japanica yang kita ketahui induknya yaitu beras dari Jepang. Hari ini dengan adanya gaya hidup, kebutuhan dan konsumsi pasar yang besar, harus ditangkap oleh para petani karena varietas ini secara profit itu keuntungannya lebih tinggi. Mudah-mudahan setelah di uji coba di lahan pertanian milik Pemda, padi jenis ini juga bisa ditanam di lahan-laham pertanian lain di Purwakarta," ujar Ambu Anne, Kamis (24/9).

Sementara terkait nilai kesehatan dari padi jenis tersebut, jelas Ambu Anne, lebih kepada rasanya yang pulen. Namun ada juga varietas lain yang diperuntukan dalam upaya pencegahan stunting yakni varietas inpari nutri zinc.

"Mulai hari ini kita akan dorong melalui dinas sosial supaya dibeli dari para petani kita, agar dimasukan kedalam komponen untuk bantuan pangan non tunai, salah satunya berupa beras sebagai upaya untuk peningkatan gizi masyarakat termasuk penekan angka stunting di Purwakarta," tutur Anne.

Di sisi lain, pada momentum Hari Tani Nasional ini, Pemkab Purwakarta akan terus mendorong penggunaan teknologi dalam pertanian agar para kaum milenial bisa tertarik masuk dalam sektor pertanian.

"Kita harapkan bisa berdampingan ketika teknis dilapangan dilakukan oleh orang tuanya, maka hasil produksinya harus dikembangkan oleh anak-anaknya yang notabene adalah kaum millenial. Insyaallah tahun 2021 kita akan melakukan pelatihan dengan menyediakan sarana dan pra sarananya kepada kaum millenial, agar pemasaran prodak pertanian bisa mereka kembangkan seperti varietas tarabas ini. Kaum millenial yang harus menjadi ujung tombaknya. Dengan demikian ketahanan panganpun dapat terwujud dengan maksimal," kata Ambu Anne.

Berkaitan alih fungsi lahan, Pemkab Purwakarta melalui Dispangtan telah mengajukan Raperda tentang PLPB, yaitu perlindungan lahan pertanian berkelanjutan.

Kata Anne, Raperda tersebut merupakan turunan dari undang-undang PLPB. Karena itu, lahan pertanian di Purwakarta sudah dikunci diluasan 18.000 hektare, tidak boleh 1 jengkal pun beralih fungsi untuk.

"Kita harus mempertahankan itu untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Kabupaten Purwakarta yang setiap tahun jumlah penduduknya semakin bertambah. Alhamdulillah sampai hari ini, kebutuhan oangan di Purwakarta masih surplus dari 18.000 hektar lahan yang dikunci, setiap tahunnya kita panen di 4500 hektar lahan dengan jumlah padinya itu sebanyak 160.000 ton beras, tetapi konsumsi beras di purwakarta hanya 95.000 ton, yang berarti kita surplus," kata Anne. (Mjn)