Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Baca Juga






Itor keruh.comPenyelenggaraan musyawarah provinsi luar biasa (Muprovlub) Kadin Jabar di Purwakarta dianggap ilegal. Pasalnya penyelenggaraan tersebut melanggar ketentuan AD/ART yang berlaku.
Dengan demikian, produk yang dihasilkannya pun tidak bisa diterima dan terpilihnya Cucu Sutara sebagai Ketua Umum Kadin Jabar yang baru
dianggap kudeta atas kepemimpinan Ketua Umum Kadin Tatan Pria Sudjana.
Itu kudeta karena muprovlub dilakukan secara ilegal. Penyelenggaraannya tidak sesuai AD/ART, dan peserta yang hadir justru yang sudah diberhentikan dari kepengurusan Kadin Jabar," ujar Ketua Umum Kadin Jabar, Tatan Pria Sudjana, Jumat (11/9).
Menurutnya, penyelenggaraan Muprovlub melanggar pasal 26 AD. Dalam Pasal tersebut disebutkan; Musprovlub diselenggarakan untuk meminta pertanggungjawaban Dewan Pengurus mengenai pelanggaran-pelanggaran prinsip atas AD/ART dan atau penyelewengan keuangan dan perbendaharaan organisasi oleh Dewan Pengurus.
la mempertanyakan pelanggaran yang menjadi dasar penyelenggaraan Muprovlub Purwakarta. "Apa kesalahan dan penyelewengan yang dilakukan Dewan Pengurus Kadin Jabar? Selama ini
organisasi berjalan dengan baik sesuai dengan AD/ART," ucapnya.
Tatan menegaskan, penyelenggara Muprovlub bukanlah Kadin Jabar tapi oknum-oknum pengurus yang telah diberhentikan dan beberapa Kadinda yang dibekukan. "Kami tidak mengakui Muprovlub yang digelar di Purwakarta. Itu ilegal. Bagaimana mungkin Muprovlub dilaksanakan oleh anggota yang diberhentikan dan dibekukan," ujarnya.
Tatan menjelaskan, polemik yang terjadi di Kadin Jabar diciptakan oleh Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi, Cucu Sutara. Cucu disebut Tatan menggerakkan Kadinda untuk menggulingkan dirinya sebagai Ketua Umum Kadin Jabar. Cucu sendiri telah diberhentikan sebelum penyelenggaraan Muprovlub.
Ketum Kadin hasil Musyawarah Provinsi di Cirebon ini juga mengungkapkan, awal mula terjadinya riak organisasi setelah ia mengadukan seorang pengurus Kadin Provinsi ke kepolisian karena
melakukan pencemaran nama baik. Dari hasil pemeriksaan terungkaplah bahwa telah terjadi pembusukan terhadap pribadinya selaku Ketua Kadin Jabar oleh beberapa oknum yang sekarang telah diberhentikan.
"Jadi ini karena masalah pribadi oknum tersebut yang kemudian menyeret Kadin Jabar. Ini sungguh ironis. Saat Kadin Jabar membantu pemerintah dalam penanganan Covid-19, terjadi kegaduhan dan polemik yang kontraproduktif terhadap pemulihan ekonomi," demikian Tatan.(mjn)



«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Top
close
Banner iklan disini