Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Baca Juga



Keterangan Gambar : Proyek Implacemet Mal Pelayanan Publik Purwakarta Yang Diduga Rugikan Paguyuban Pedangan Eks Pasar Mambo


Pembangunan penataan implacement area parkir Mal Pelayanan Publik Gedung Madukara yang akan dipergunakan untuk pelayanan publik terpadu di pusat Kota Purwakarta diduga merugikan Paguyuban Pedagang Kaki Lima eks Pasar Mambo.

Anggaran untuk Pembangunan Kios Pedagang Kaki Lima eks Pasar Mambo bersumber dari dana hibah APBD Purwakarta Tahun 2011 dengan anggaran kurang lebih Rp. 300 juta seharusnya dibayarkan kepada Paguyuban Pedagang Pasar Mambo. Namun faktanya pembayaran ganti rugi dari Pemkab Purwakarta kepada Paguyuban Pedagang Pasar Mambo sampai saat Ini belum juga lunas.Permasalahan muncul karena saat ini, pembangunan yang diduga belum lunas  dibayar dari tahun 2011 yang lalu tersebut sudah dibongkar dan dibangun implacement Mal Pelayanan Publik Madukara

Tokoh masyarakat setempat, A. Haris Yogi mengatakan bahwa sejak dibangun pada tahun 2011 pembangunan kios 200 lebih itu merupakan hibah dari APBD 2011 Purwakarta kepada Paguyuban Pasar Mambo.

"Yang jadi masalah itu ada bangunan kios dari dana hibah APBD 2011 kepada Paguyuban Pasar Mambo yang belum lunas pembayarannya akan tetapi sudah dibongkar," ujar Yogi yang juga Sekretaris Hanura Purwakarta dilokasi proyek tersebut, Senin (26/10).

"Seharusnya Pemkab Purwakarta melalui Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Purwakarta serta  Paguyuban Pedagang Pasar Mambo dan pihak ketiga yang membangun implacement lahan parkir tersebut duduk bersama agar tidak saling merasa dirugikan," ujarnya.

Akibatnya, dari pembangunan implacement itu ratusan pedagang kebingungan untuk mengungsi dan berjualan kembali. Sebab para pedagang digusur tapi belum merima ganti rugi.

Salah satu pedagang, Apep mengatakan, dirinya kebingungan untuk pindah jualan sebab belum ada tempat yang diberikan  oleh Pemda Purwakarta untuk berjualan sementara.

"Saya bingung berjualan dimana ?, Kios dibongkar tapi belum disediakan kios untuk berjualan. Padahal ditengah Pandemi Covid-19 ini kami butuh perhatian khusus dari Pemda kepada pedagang kecil seperti saya. Bukan malah digusur tapi belum diberikan kios, terus kita jualan dimana ?," ujar Apep sambil mengeluh kesah(rdn)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Top
close
Banner iklan disini