Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Baca Juga



Bandung.itorkeruh.com**BUPATI Bandung Dadang M Naser Bersama 66 kepala daerah lainnya di Indonesia mendapat teguran dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. Karena diduga telah melanggar netralitas aparatur sipil negara (ASN) dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020.
Anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kabupaten Bandung Acep Anna, S.Ag mengingatkan, Bupati Bandung segera menindaklanjuti teguran dari Mendagri.
“Kepala daerah diberi waktu 3 hari untuk menindaklanjuti rekomendasi Komisi ASN (KASN), mengenai penjatuhan sanksi bagi yang pelanggar netralitas ASN. Jangan sampai teguran Mendagri itu, berlanjut jadi sanksi yang merugikan jajaran ASN dan tentunya menggangu layanan publik,” ungkap Acep, Selasa (3/11/2020) di Soreang,Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Acep menilai, jika pelayanan publik terganggu akibat tidak menindaklanjuti teguran dari Mendagri, sangat disayangkan. Meskipun dalam pelaksanaan, Pilkada Kabupaten Bandung tetap berjalan.
“Munculnya surat teguran tersebut, merupakan tindak lanjut dari Keputusan Bersama Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Mendagri, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Ketua KASN dan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), tentang pedoman pengawasan netralitas ASN dalam Pilkada 2020,” jelasnya.
Acep mengaku, khawatirkan jika rekomemdasi KASN itu tidak segera ditindaklanjuti, Kepala daerah yang mendapat ” hadiah” teguran akan dikenai sanksi moral hingga hukuman disiplin.
“Ini akan membuat derajat pemerintahan menjadi buruk. Apalagi sampai ada sanksi. Ini merupakan teguran sekaligus cambuk. Mestinya sejak awal Bupati itu patuh pada aturan terkait netralitas ASN. Dengan adanya teguran itu, Pemkab Bandung akan memiliki catatan kurang baik,” katanya.
Sebagaimana diketahui, bahwa Bupati Bandung sudah pernah dipanggil oleh Badan Pengawasan pemilu (Bawaslu) terkait kampanye di salah satu kecamatan. Selain itu, yang baru saja terjadi, ratusan paket sembako yang dikirim melalui Posyandu di kecamatan Kertasari diduga menjadi ajang kampanye salah satu Paslon(kk)
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Top
close
Banner iklan disini