Ketua GTPP Covid-19 Purwakarta, Jawa Barat, yang juga menjabat sebagai Bupati Purwakarta, Hj. Anne Ratna Mustika,SE

purwakarta itorkeruh.com** Menyusul perubahan status Kabupaten Purwakarta yang naik menjadi daerah dengan tingkat risiko penyebaran Covid-19 yang tinggi (zona merah). Pemda setempat mengajak warga untuk terus meningkatkan kesadaran diri, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan tetap melakukan cuci tangan dengan sabun, pakai masker saat beraktifitas dan juga tetap menjaga jarak (3M).

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika mengatakan, hasil evaluasi yang dilakukan oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jawa Barat terkait risiko kesehatan masyarakat kabupaten dan kota di Jawa Barat, saat ini tingkat risiko dan kewaspadaan Kabupaten Purwakarta kembali meningkat menjadi zona merah atau daerah dengan risiko penyebaran Covid-19 yang tinggi.

“Dari data yang dirilis oleh Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Jawa Barat pertanggal 2-8 November 2020, Kabupaten Purwakarta berada di zona orange atau tingkat risiko sedang dengan skor 2,07 point. Namun pada rilis terbaru yang dikeluarkan oleh Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Jawa Barat tingkat risiko Kabupaten Purwakarta naik menjadi daerah dengan tingkat risiko tinggi atau zona merah dengan skor 1,72 point,” kata Anne kepada awak media, Selasa (17/11/2020).

Dengan status tersebut, ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kesadaran diri, dengan tetap menerapkan 3 M, yaitu mencuci tangan dengan sabun, memakai masker saat beraktifitas dan juga menjaga jarak satu sama lain. Agar dapat mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Sementara, langkah Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta pun melalui gugus tugas, sebelumnya telah melakukan antisipasi melalui pemberlakuan pembatasan sosial berskala mikro (PSBM) di sejumlah wilayah yang dirasa menjadi daerah yang tinggi angka penyebaran Covid-19, seperti wilayah Kecamatan Purwakarta, Kecamatan Bungursari, dan Kecamatan Jatiluhur.

“Kami sudah lakukan PSBM di 10 desa dan kelurahan. Kecamatan lainnya yang terbilang kasusnya masih tinggi ialah Kecamatan Bungursari di satu desa, yakni Desa Cibening, sedangkan Desa Ciwangi menurun. Kecamatan Babakan Cikao ada tiga desa masih berlanjut. Lalu, ditambah Kecamatan Pasawahan dan Jatiluhur yang banyak kasusnya. Keduanya itu kini berlakukan PSBM,” demikian Ambu Anne.(mjn)