Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Baca Juga


 17 jam ago

Purwakarta|.itorkeruh.com** -Festival Maranggi 2020 digelar di areal Situ Wanayasa, Purwakarta, Kamis (24/12/2020). Lebih dari 400 pedagang sate maranggi di wilayah Kabupaten Purwakarta ambil bagian dalam event ini.

Festival ini merupakan bagian dari ikhtiar dalam rangka pemulihan ekonomi masyarakat di masa pandemi ini. Meski didera pandemi, para penggiat kuliner maranggi ada juga yang tidak terdampak.

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika mengatakan geliat kuliner maranggi di Purwakarta masih tetap berjalan dinamis, bahkan cenderung meningkat dari sisi pendapatan, contohnya seperti rumah makan maranggi di Bungursari.

“Meski pandemi rumah makan satenya malah tambah ramai, tapi mereka menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat bagi para pengunjung dan karyawannya,” kata Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika

Festival Maranggi 2020 ini digelar untuk memberikan motivasi pada para pelaku usaha sate maranggi di masa pandemi Covid-19 ini. Menurutnya ada sebagian pedagang maranggi yang terdampak secara ekonomi oleh pandemi ini.

“Festival ini juga merupakan bentuk apresiasi dan penghargaan dari Pemerintah Daerah kepada para pelaku usaha sate maranggi di Purwakarta. Kita ketahui bersama bahwa sate maranggi telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda. Namun karena dalam situasi pandemi, festival ini pelaksanaannya kita batasi pesertanya dan tentu saja dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” paparnya

Festival ini bukan hanya soal mencari pemenang festival tapi lebih kepada mensupport para pedagang sate maranggi agar tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Masing-masing daerah mempunyai ciri khas dan rasa tersendiri sate marangginya, seperti maranggi Plered, Kiarapedes, Bojong, Purwakarta, Campaka dan Bungursari misalnya, semuanya enak dan lezat.

“Ini upaya untuk meningkatkan mendorong kreatifitas para pelaku usaha kuliner di purwakarta khususnya kuliner maranggi disaat pandemi ini. Tujuannya agar para wisatawan tetap dapat berkunjung dan menikmati wisata kuliner dan mengetahui bahwa para pedagang tetap menerapkan protokol kesehatan,” beber Anne.(rdn)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Top
close
Banner iklan disini