Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Baca Juga


Purwakarta.itorkeruh**TIDAK mudah memang mempertahankan usaha di saat musim pandemi covid-19 yang sudah berlangsung selama kurang lebih 9 bulan ini. Dan para pelaku usaha, apalagi masuk kategori pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) yang kemampuan modal usahanya sebatas cukup memproduksi sesuai pesanan konsumen.

Sangat jarang para pelaku UKM yang berani berspekulasi memproduksi produk yang dihasilkannya secara berlebihan apalagi menyiapkan stock barang.

Ini bisa dimaklumi. Sebab, selain ketersediaan modal juga daya beli masyarakat selama wabah penyakit paling mengerikan dan mematikan sekarang ini sulit untuk diprediksi. Demikian halnya para pelaku UMKM.

Menurut catatan yang masuk ke kantor Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP), sampai berita ini dupublish ada sebanyak 150 ribu pelaku UKM. Kenaikan yang cukup tajam ini disebabkan adanya pengumuman dari pemerintah pusat saat itu akan menggelontorkan bantuan berupa dana hibah BPUM kepada pelaku UMKM sebesar Rp.2,4 juta/per-pelaku UMKM.

Padahal, sebelum ada informasi pemerintah bakal mengucurkan dana hibah BPUM, pelaku UKM yang tercatat di kantor DKUPP cuma ada sekitar 48 ribu-an saja.

“Sebelum ada informasi dana hibah BPUM dari pemerintah pusat hanya tercatat 48 ribuan UKM. Tapi setelah itu yang mendaftar langsung ke DKUPP maupun ke berbagai lembaga penyalur lainnya seperti per-bank-kan dan lembaga jasa keuangan seperti PNM,angkanya meningkat tajam hingga diatas 150 ribu-an UKM,”ujar Kabid UKM pada DKUPP, Ahmad Nizar, M.Si kepada wartawan media ini, dikantornya, Rabu (23/12/2020).

Sayangnya dari sekian ratus ribu pelaku UKM diatas, hanya tinggal 30 persen saja yang masih bertahan dengan usahanya. Sisanya, hidup segan mati tak mau.

“Parah om selama pandemi covid-19 ini. Banyak pelaku UKM yang tumbang,”kata Nizar prihatin.

Lantas apa solusi yang ditawarkan agar pelaku UKM punya adrenalin untuk kembali memacu usaha mereka berjalan kembali paling tidak mempertahankan usahanya tetap survive?

“Pelaku UKM harus terus berinovasi dari segi kemasan dan varian rasa untuk UKM dibidang makanan. Juga harus melakukan pengembangan baik pangsa pasar atau konsumen diperluas maupun terus meningkatkan kualitas produk. Insya Alloh bisa bertahan,”saran Kabid UKM.

“O ya, yang tidak kalah penting, mereka (pelaku UKM-red) juga harus mau beradaptasi dan menjalin komunikasi dengan pelaku UKM lainnya dengan cara bergabung dikomunitas-komunitas pelaku UKM guna menambah wawasan dan kerjasama antar anggota,”pungkas Kabid UKM. (Rdn)

 

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Top
close
Banner iklan disini