Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Baca Juga



Purwakarta.itorkeruh.com – Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat H. Asep Supriatna melakukan Insepksi Mendadak (Sidak) ke SD Negeri Nangewer di Kecamatan Darangdan.

Tujuan sidak Kepala BKPSDM ke sekolah di sebuah desa yang terbilang cukup jauh dan berbatasan dengan Kabupaten Bandung Barat itu untuk memastikan tenaga pengajar di Purwakarta bekerja sesuai tanggungjawabnya, Jumat (29/01/2021).

Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang disidak kepala BKPSDM beserta staffnya hari itu ialah  SDN 2 Nangewer.

Sesampai di SDN Nangewer, Kepala BKPSDM langsung masuk ke ruang guru yang pada saat itu sedang melakukan rapat evaluasi pembelajaran. Tentu saja kehadiran orang nomor satu di kantor Badan Kepegawaian itu sempat membuat kaget sejumlah guru.

Pada kesempatan itu, Kepala BKPSDM, H. Asep Supriatna sempat berbincang dengan Kepala SDN 2 Nangewer, Tita Puspita. Tita Puspita menjelaskan kondisi pembelajaran di sekolahnya selama pandemi Covid-19.

Menurut Tita, Pembelajaran Jarak Jauh (PPJ) dengan berbasis online atau daring, yang diberlakukan secara nasional selama Covid-19, faktanya dilapangan banyak kesulitan yang dihadapi.

“Dari total siswa sebanyak 246 orang, hanya 100 orang siswa yang memiliki handphone yang online, dan 40 orang siswa numpang ke tetangga untuk mengikuti pembelajaran secara daring,” beber Tita.

Melihat kondisi tersebut, sambung Tita, para guru harus putar otak agar para siswa tetap mendapat asupan pelajaran, meskipun dari rumah. Sehingga langkah yang diambil adalah mengharuskan guru untuk menemui anak didiknya ke rumah masing-masing.

“Di SDN 2 Nangewer ini, selain menggunakan metode belajar secara daring maupun luring (luar jaringan), kami juga menggunakan metode pembelajaran Gurling atau ‘Guru Nguriling’ ke rumah-rumah siswa yang tidak memiliki Handphone Android ataupun laptop,”jelas Kepsek SDN Nangewer, Tita Puspita.

“Agar semua siswa bisa mengikuti belajar daring, kami harap ada bantuan inventaris handphone android dan kuota internet bagi siswa. Kalaupun tidak semoga aja ada honor tambahan bagi guru di sini,”harap Tita.

Mendapat penjelasan tersebut, Kepala BKPSDM Asep Supriatna mengapresiasi apa yang dilakukan pihak sekolah untuk tetap menunaikan tanggung jawabnya mengajar anak-anak. Apalagi ditengah keterbatasan fasilitas handphone dan jaringan internet serta geografis di Desa Nangewer, Kecamatan Darangdan.

“Tentu ini butuh perhatian kita pemerintah daerah. Agar upaya kebijakan pendidikan terutama tenaga pendidik disini dapat mengabdi dengan baik ditengah keterbatasan.”, ungkap Asep.

Asep menegaskan, kedatangannya ke daerah terpencil, untuk memastikan jika tenaga pendidik sebagai sumber daya manusia yang digaji oleh negara, betul-betul mengabdi dengan baik ditengah keterbatasannya.

Sehingga, menurutnya, kesan yang melekat saat ini terhadap guru ditengah masa pandemi Covid-19, yang menyebut guru hanya makan gaji buta karena sekolah diliburkan, adalah kesalahan besar dan perlu diluruskan.

“Jadi jangan juga dianggap guru itu tidak bekerja saat Covid-19 seperti sekarang ini. Kita pastikan sekarang, seluruh perangkat yang kita miliki semuanya bekerja dengan mengerahkan kemampuan yang ada,” pungkasnya.(jab)
Kepala BKPSDM, H. Asep Supriatna saat memberi arahan kepala staf dan pengajar di SDN 2 Nangewer

Mendapat penjelasan tersebut, Kepala BKPSDM Asep Supriatna mengapresiasi apa yang dilakukan pihak sekolah untuk tetap menunaikan tanggung jawabnya mengajar anak-anak. Apalagi ditengah keterbatasan fasilitas handphone dan jaringan internet serta geografis di Desa Nangewer, Kecamatan Darangdan.

“Tentu ini butuh perhatian kita pemerintah daerah. Agar upaya kebijakan pendidikan terutama tenaga pendidik disini dapat mengabdi dengan baik ditengah keterbatasan.”, ungkap Asep.

Asep menegaskan, kedatangannya ke daerah terpencil, untuk memastikan jika tenaga pendidik sebagai sumber daya manusia yang digaji oleh negara, betul-betul mengabdi dengan baik ditengah keterbatasannya.

Sehingga, menurutnya, kesan yang melekat saat ini terhadap guru ditengah masa pandemi Covid-19, yang menyebut guru hanya makan gaji buta karena sekolah diliburkan, adalah kesalahan besar dan perlu diluruskan.

“Jadi jangan juga dianggap guru itu tidak bekerja saat Covid-19 seperti sekarang ini. Kita pastikan sekarang, seluruh perangkat yang kita miliki semuanya bekerja dengan mengerahkan kemampuan yang ada,” pungkasnya.(mjn)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Top
close
Banner iklan disini