Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Baca Juga


FEB 5, 2021 
Bandung.itorkeruh.com**SIDANG gugatan Pilkada Kabupaten Bandung 2020 di Mahkamah Konstitusi (MK) telah masuk pada tahapan sanggahan termohon. Sidang kedua tersebut berlangsung secara virtual pada Rabu kemarin.
Sidang perdana gugatan sengketa Pilkada Kabupaten Bandung, sebelumnya digelar pada 26 Januari lalu. Gugatan tersebut dilayangkan oleh paslon bupati Bandung nomor urut 1 Kurnia Agustina-Usman Sayogi selaku pemohon, tentang dugaan proses pilkada yang cacat hukum kepada KPU dan Bawaslu Kabupaten Bandung selaku termohon dan paslon nomor urut 3 Dadang Supriatna-Sahrul Gunawan selaku yang terkait.
Menangapi hal itu, Juru Bicara Pemohon Dadang Rusdiana menuturkan, gugatan yang dilakukan oleh pemohon merupakan bagian dari pendidikan politik yang sehat.
“Jadi, memang setiap proses politik pilkada pasti ada saja sisi-sisi pelanggaran hukum. Gugatan yang dilakukan ini memang bagian dari pendidikan politik,” ucap Kang Darus sapaan akrabnya di Soreang, Jumat ( 5/2/2021).
Menurut Kang Darus, pelanggaran hukum yang paling disoroti yaitu mengenai ketidaktelitian KPU Kabupaten Bandung yang terkesan melakukan pembiaran dan meloloskan visi dan misi palson Nomer Urut 3.
Padahal, visi dan misi itu, memuat sejumlah pelanggaran Pasal 187A UU Pilkada. Salah satunya menjanjikan uang kepada masyarakat dan lembaga-lembaga masyarakat.
“Sehingga tentu saja berdampak pada perolehan suara atau pemenangan pilkada oleh paslon nomor 3,,” ucap dia.
Darus beranggapan, bahwa MK bukanlah mahkamah kalkulator yang hanya menghitung kesesuaian perolehan dari versi resmi versus versi penggugat. Jauh lebih dari itu, MK akan mengadili kemungkinan kecurangan sistemik yang berdampak pada perolehan suara yang dianggap tidak benar atau cacat hukum.
“Makanya kami tempuh langkah ke MK agar diperoleh kepastian bagi semua pihak. Tentunya nanti hasil MK harus diterima,” kata dia.
Jika memenuhi syarat dan gugatannya dikabulkan, Darus menyebut berbagai kemungkinan hasil keputusan bisa terjadi. Termasuk dibatalkannya hasil penetapan pemenangan Pilkada oleh KPUD Kabupaten Bandung, pungkasnya.( kk)
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Top
close
Banner iklan disini